A night i can’t sleep

Maret 24, 2015 § Tinggalkan komentar

lembur furniture,lembur invoice,lembur stuffing furniture,lembur kerja mebelStarting this new year, i may not realize just how important sleep is.

Maybe i lie awake with a million ideas spinning around my head. Maybe i doze off and jolt awake, desperately trying to make myself not forget some important detail. Or, maybe i’m just worried and i go to bed thinking dark thoughts about my business future.

Ya, setidaknya beberapa kunjungan kerja dari tamu luar seperti Mrs. Carol dari Canada dan Julie dari Perancis di awal bulan Januari membuat saya antusias menghadapai awal tahun 2015. dengan penuh harap closing deal proyek ekspor dengan dibayang-bayangi fenomena MEA dan nilai tukar Rupiah ke USD membuat saya lebih giat dalam bekerja. But, i really don’t want to expect so much from them. Because i know how expectations may sometimes lead to disappointments. I have had this feeling many times, but to be honest it won’t stop me to do better.

Begitu pula dengan Luis yang gemar mengirimi quotation dari desainnya, 3 bulan follow up dengan membuatkan sample furniture yang bisa dibilang memakan biaya cukup besar juga belum menjamin closing. ah, mengingat capeknya hunting kayu impor sampai ke luar Jepara rasanya ingin tiduran saja semingguan tanpa aktivitas berkayu-kayu ria. Ditambah lagi Pak Charles yang segera menginginkan beberapa desain baru untuk mebelnya yang membuat saya susah tidur belakangan. Ah, world!!

Besides that, sama halnya dengan lokal, di awal bulan memang ada beberapa closing deal dan ada juga banyak customer yang masih “antusias” bertanya : )

Bagi saya, bertanya boleh-boleh saja, malahan saya sangat fleksibel dan senang dalam menjawab. Sebagai konsumen online, saya menyadari Anda tentunya amat sangat sensitif dengan harga serta ingin memperoleh info yang detail dan tentunya trust dengan siapa Anda bertransaksi. Tetapi akan sangat menjengkelkan bila bertanya dengan kesan membanding-bandingkan, it’s not so right! I mean, hargailah penjual ini, kita saling jaga etika bisnis, misalnya jangan bertanya hanya sekedar meminta dihitungkan harga dari contoh gambar mebel dari orang lain setelah itu hit and run. Ketahuilah, ini sangat menyita waktu terlebih dalam hal menghitung kubikasi dan log kayu yang kadang harus survey dulu ke pasar karena labilnya harga. Jadi, apakah istilah pembeli adalah raja harus dilayani dengan merendahkan diri serendah-rendahnya masih berlaku untuk yang seperti ini? Atau istilah tersebut harus digeser dengan istilah pembeli adalah HULK? it depends on you, which one of them is correct?? : )

Selain itu ada beberapa di luaran sana, kompetitor mebel yang sengaja nge-tes dan menjatuhkan. Saya berulang kali mengalami hal ini, jadi saya sangat berhati-hati dalam menjaga relasi.

Which is all to say: I need quality time. As i read, sleep is really important for the kind of mental function i need as a self employed. I might be able to “get by” with less than ideal, but it means i’m working too hard… not smart, right?! Sorry for my late reply, all…!!

Iklan

Tagged: , , ,

Got Something to Say? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading A night i can’t sleep at Ridwan Sunaryo.

meta

%d blogger menyukai ini: