Furniture Mahal itu Biasa, Yang Murah Yang Luar Biasa!

Desember 26, 2014 § 2 Komentar

Ketika Harga Mahal Tidak Dalam Checklist Anda, Beli kah??

Bayangkan ketika Anda sedang fitting keperluan wedding, lalu masuk ke sebuah butik desainer kelas top dunia yang semua barangnya dibandrol dengan harga yang tak masuk anggaran belanja bulanan Anda. Yang bahkan terdengar akan menghabiskan masa 5 bulan gaji Anda.

Tadinya Anda hanya iseng dan spontan saja masuk ke dalam butik tersebut untuk melihat bagaimana model gaun pengantin terbaru dan menjadikannya referensi ketika berkunjung ke toko butik yang harganya lebih murah dan terjangkau.

Tapi, saat Anda sedang melihat-lihat, pelayan butik mengatakan bahwa Anda bisa membawa pulang gaun pengantin model terbaru dengan potongan harga yang sensasional hingga 60% harga. Tapi dengan syarat Anda tidak diperkenankan untuk mencoba, melainkan hanya ditampilkan fotonya saja, serta barang yang dibeli tidak boleh dikembalikan.

Apa yang akan Anda lakukan? Besar kemungkinan Anda pasti akan mengambil risiko. Dan Anda tetap akan membelinya. Imajinasi barang bagus, kelas desainer top dunia dengan harga murah, dan malaikat kanan kiri Anda pun sepakat untuk berbisik, “Ayo, keluarkan kartu kredit mu!”.

Selesai?? Tidak, Anda belum merasakan bonus sensasi kekecewaan yang mungkin bisa sepaket dalam pembelian gaun pengantin tersebut.

Sama halnya ketika membeli perabot mebel di online shop. Anda hanya dilihatkan produk melalui foto nya, Anda tidak tahu kondisi fisik offline store nya, bagaimana kualitasnya, dan berapa miliar debu yang akan menempel di badan Anda ketika mengunjungi proses produksi furniture nya. Ketika yang masuk dalam checklist Anda adalah “mewah“,  “kualitas bagus“, dan harus “murah“, (tipikal Indonesia banget : ) ) kemungkinan besar Anda akan membandingkan toko-toko furniture sejenis dengan menghubungi banyak penjualnya. Kemudian membandingkan harga dari toko A ke toko B, C, D, E dan lainnya. Kemudian saat Anda cocok dengan harga di toko C, dengan catatan Anda tidak tahu bahan baku seperti apa yang akan digunakan penjual tersebut sesuai dengan harga penawaran “murah” yang Anda kehendaki. Anda pesan – selesai produksi, barang dikirim, lalu ketika yang terjadi tidak sesuai harapan dan Anda kecewa terhadap barang tersebut, Anda komplain, super komplain.

O tentunya kondisi ini hal yang wajar-wajar saja karena posisi Anda sebagai pembeli, bukan? Ya, begitulah kondisi jual beli. Mindset Anda pembeli adalah raja, jadi harus diprioritaskan meski menawar harga jauh dibawah standard jual. Menurut saya pribadi, hukum jual mebel adalah harga harus berbanding lurus dengan kualitas, karena ada kualitas maka ada harga, bukan ada harga karena kualitas. Yang lain sah-sah saja menjual murah dengan kualitas mereka, akan tetapi bisa sangat mengganggu jika ada (calon) pembeli yang bicaranya selalu membanding-bandingkan harga, bukan? Diluar berdagang mebel, saya pun manusia dengan status konsumen, membeli pun sudah menjadi sifat manusia. Namun alangkah baiknya jika kita menjadi konsumen cerdas? memahami etika jual beli dengan meminimalisir risiko cacat hati seseorang?

Beberapa obrolan dengan sesama teman pegiat mebel pun masih dalam topik yang sama seperti diatas, masih tentang pelanggan yang menawar tiada kira, pelanggan rewel nggak sabaran, pelanggan marah-marah, pelanggan yang nggak bayar tunggakan dan macam-macam, dan isu penipuan furniture Jepara yang nggak ada habisnya.

Dilema, itulah duka penjual perabot mebel, sering dibanding-bandingkan harga, jual murah dibilang kualitas murahan, jual mahal dibilang kemahalan, tapi kalau nawar harga jauh nggak karuan :XD

Lagipula, pribadi mana yang suka dibanding-bandingkan?? : ) #Respect

“My own products, my own quality, my own prices!” 

Iklan

Tagged: , , , , , , ,

§ 2 Responses to Furniture Mahal itu Biasa, Yang Murah Yang Luar Biasa!

  • fatkhul ashab berkata:

    Artikelnya bagus mas… semoga dg membaca ini,semua pihak di bidang mebel dan pelanggan akan memahami dan tahu etika jual beli yg baik.

    • Ridwan Sunaryo berkata:

      Terima kasih Om… sedikit curhat ini :),
      Pasti semua pegiat mebel di Jepara pernah mengalami hal yang sama ya. Dan mari berusaha menjadi penjual mebel dengan pribadi yang baik.

      Salam sejahtera untuk Anda, dan pegiat mebel Jepara lainnya 🙂

Got Something to Say? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Furniture Mahal itu Biasa, Yang Murah Yang Luar Biasa! at Ridwan Sunaryo.

meta

%d blogger menyukai ini: